Friday, February 15, 2013

Just Get It Right...

What have I done?
I wish I could run away from this ship goin' under
Just tryin' to help, hurt everyone else
Now I feel the weight of the world is on my shoulders

What can you do when your good isn't good enough
And all that you touch tumbles down?
'Cause my best intentions keep makin' a mess of things
I just wanna fix it somehow
But how many times will it take?
Oh, how many times will it take for me to get it right?
To get it right

Can I start again?
With my faith shaken, 'cause I can't go back and undo this
I just have to stay and face my mistakes
But if I get stronger and wiser, I'll get through this...


by: Glee Cast

Saturday, November 3, 2012

Ini gagal posting juga?

Long time no see. Banyak banget yang mau diceritain nih sebenernya, tapi entah kenapa selalu gagal menelurkan tulisan-tulisan yang enak untuk dibaca :( Sama seperti saat ini, beberapa menit yang lalu gue berniat untuk nulis dan berceloteh, tapi ujung-ujungnya gagal juga #wacana


Sekian...


sedang merapikan draft yang amburadul

Sunday, August 19, 2012

Idul Fitri?

Happy Eid Mubarak 1433 H!

Taqaballahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum,
Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan-Ramadhan tahun selanjutnya, amiin... o:)


Hari ini, katanya sih 1 Syawal, which means Lebaran. Tapi, sejujurnya gue tidak merasakan euforia kemenangan itu :( Tadi pagi, gue yg udah bangun jam 4an malah ketiduran lagi sampe bangun-bangun udah jam 7 pagi -_- Gue gak sholat Ied! 

Beberapa tahun belakangan, euforia lebaran buat gue cuma sampai sehabis sholat Ied ─ silaturahmi sm tetangga ─ maaf-maafan sama keluarga inti. Selanjutnya adalah acara bebas, mau tidur, beres-beres rumah, lanjut masak sayur ketupat, jungkir balik, kayang, koprol, bebas~ Kalopun mau silaturahmi ke rumah sodara, paling baru jalan di hari kedua atau hari-hari berikutnya. Atau bisa juga sodara yang dateng kerumah di hari kesekian.

Suasana yang beda banget dengan 12 tahun lalu, dimana lebaran adalah waktunya kumpul keluarga besar nyokap, pamer baju baru. Semua tumplek penuh sesak di Depok. Dari bude pertama sampe tante terakhir beserta anak cucunya kumpul disana. Semenjak nenek gue meninggal, suasana itu perlahan memudar. 

Gue juga belum pernah ngerasain yang namanya mudik. Jawabannya selalu, "gak punya kampung." Padahal bokap gue Jawa asli, tapi keluarganya sebagian besar udah di Jakarta. Jadi, alhamdulillah belum pernah ngerasain perjuangan menuju kampung halaman. Walaupun penasaran juga dengan sensasinya.

Tahun ini adalah tahun kedua lebaran dengan jarak yang terpisahkan sama mama-papa. Ditambah Mas Ken (kakak gue yang cowo) yang setelah menikah tinggal di Pademangan, jadi dirumah tinggal gue, Mbak Niken dan suaminya serta ponakan gue yang lucunya kebangetan. Kalo gada ketupat, rendang dan sayurnya dijamin hari ini gada beda dengan hari-hari Minggu lainnya.

Sedih sih, saat seharusnya ini jadi momen yang paling membahagiakan untuk semua Muslim di seluruh dunia. Momen yang digunakan untuk kumpul-kumpul keluarga besar. Gue cuma berdiam diri dirumah, sendirian ,sampe bisa nge-post tulisan ini. 

Semoga, tahun depan masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri. Saat mama-papa udah balik ke Jakarta, kita bisa kumpul dengan keluarga yang beranjak besar, dengan anggota keluarga baru, amiin yarabbal al amiin... :)

the sweetest Eid greetings :')

Thursday, August 9, 2012

Geng Wacana It Is!

Geng macam apa ini? Silakan disimak :) 

Geng wacana adalah kelompok non formal yang ga sengaja terbentuk disuatu organisasi formal sebut saja BPM FEUI. Disanalah gue dipertemukan dengan handai taulan baru hehe diantaranya Medya, Dhika, Igun dan dua lainnya yang sudah tidak asing yaitu Alfi dan Taqi.

Awalnya secara ga sengaja ada yang ngajak (lupa siapa) nonton di Detos. Karena terlalu mendadak, jadi cari waktu lain. Dan kita sepakat nonton hari Senin abis magrib. Suddenly pas hari H, gue dan Taqi membatalkan karena besoknya ada kuis PE dan kita belum belajar dan materinya cukup banyak #klasik Yang tersisa tinggal Medya dan Dhika (emang mamih papih :p), mereka juga males nonton cuma berdua (yaiyalah ntar ada yang jeles kan haha) Jadinya rencana nonton hari itu batal, Dhika sumpah serapah dan tercetuslah kata 'wacana!' 

Semenjak saat itu, beberapa kali kita ngadain acara, entah kenapa selalu ga sesuai rencana bahkan beberapa diantaranya gagal terlaksana. Kata-kata wacana makin booming, sesuai dengan teori sosiologi, kita jadi korban labeling. Sampai ada motto, "Buatlah wacana sebanyak-banyaknya, sehingga paling tidak satu diantaranya dapat terlaksana." aih zadap!

Dan ini wacana yang paling pol menurut gue, yaitu  liburan ke Pulau Tidung! Taqi udah semangat banget ngajak semua anak BPM buat ikutan, iya se-mu-a. Udah tentuin tanggal lalala, mendekati hari H, semua yang bilang mau ikut pada batalin dengan alasannya masing-masing, Medya ga dibolehin orang tuanya pergi nyebrang laut, sedangkan Taqi juga ikut-ikutan ngebatalin karena ada acara keluarga. Hati gue remuk dan kecewa tau ga? :(


Nah kemaren, kita ngadain bukber. Alhamdulillah bisa juga ngumpulin anak-anak ini, walaupun Alfi tiba-tiba batal (teteup), berkah Ramadhan mungkin :') Tapi, bukan geng wacana namanya kalo gada wacana. Walaupun akhirnya terlaksana, tetep aja ada wacananya -_- Jadi awalnya kita setuju buat makan di SS Margonda. Taqi jadi korban volunteer yang booking tempat. Namun karena satu dan lain hal, dia (yang ditemani gue) telat dateng ke tempat karena ternyata seluruh meja fully booked! Dengan sedikit bimbang, akhirnya kita putuskan untuk ke Margo City.


Sesampainya disana apa yang terjadi? Kita luntang-lantung nyari tempat makan yang masih tersisa. Keterbatasana uanglah yang membuat kita terlantar. Kalo duit tinggal metik sih kita udah duduk manis di Hanamasa sambil milih-milih menu. Sayangnya takdir berkata lain. Terpaksa kita harus menahan berbuka puasa sampai akhirnya papih-mamih datang membawa sebotol air mineral. syurgaaa.... 

Masih muter-muter nyari tempat makan. Nanya ke Pizza, waiting list ke 13, mao? Nomernya aja bala abis -_- Sampe akhirnya kita dapet di Food Court sekitar jam setengah 7 lewat, langsung pesen makanan dan lanjut ngebully Taqi :') Hahaha maap ya jah, pan udah mau lebaran jadi harus dimaapin *setel soundtrack PJOB* :p


No Pict=HOAX? nih gue kasih gambarnyaaaa....

Akhirnya dapet juga orang yg mau motoin

*NB: nama-nama diatas adalah yang gabung digrup Whatsapp, sebenernya ada beberapa anggota pendukung lainnya. And I wanna give thanks to Whatsapp dan mereka yang telah mengisi hari-hari gue dengan segala ke-random-annya :')


Sekian

Sunday, July 29, 2012

The Golden Land, Myanmar (6-18 Juni 2011); part 1

Perjalanan gue setahun lalu tapi baru sempet nulis sekarang. Terinspirasi dari berbagai blog yang gue kunjungi, terutama blog tentang traveling. Perjalanan gue kali ini dalam rangka masa vakum menunggu kejelasan status mahasiswa. Kebetulan nyokap baru aja ditugaskan bekerja disana. Berhubung lagi libur panjang, gue kesana aja. Selamat Membaca :)

***

For the first time, gue naik pesawat sendiri, ke luar negeri pula. Seharusnya gue berangkat Minggu kemaren, tapi keberangkatan ke Bangkok siang itu delay dan gue akan ketinggalan pesawat Bangkok─Yangon untuk sorenya. Kalo gue tetep berangkat, gue bakal bermalam di Bangkok dan baru paginya berangkat ke Yangon. Tapi, karena gue solo traveling dan ini juga pengalaman pertama gue keluar batas teritorial, gue putuskan untuk reschedule jadi hari Senin. Itu juga tawaran dari pihak penerbangannya.

Besoknya, ketakutan akan pesawat delay masih gue rasakan. Soalnya, terakhir kali naik pesawat selalu delay, maklum penerbangan murah. Untungnya kali ini ngga. Dianter kakak gue yang cowo, gue berangkat menuju Bandara naik Damri dari Gambir. Setelah sampe bandara, check in lalala. Beberapa orang kaya bapak-bapak yang ngecek pintu masuk sama karyawan dari bandara yang liat gue bawa tas berondong-petong nanya, "Mau kemana nih gede banget tasnya? Sendirian aja?" bahkan ada yang nanya, "Emang udah 17 tahun ini sendirian naik pesawatnya? Berani?" pffttt.

Jam 12.30 gue bergegas ke pesawat dan sekitar 20 menit kemudian pesawat take off. Good bye Jakarta, see you in next two weeks! :)

Gimana pengalaman naik pesawat sendirian?
Garing, kalo ada sesuatu yang 'waw' gabisa diceritain sama orang sebelah. Gue baru berinteraksi sama sebelah gue pas ngisi kartu buat imigrasi di Bangkok, itupun karena gue ga ngerti harus diisi apa hehe Tapi seru sih, nambah pengalaman sekaligus nambah keberanian :) Oh iya, ini juga pertama kalinya gue naik pesawat yang kursinya sebaris ada tujuh dan ada dua jalur ditengahnya (norak).

Sekitar jam 4 sore waktu Jakarta, gue sampe di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok. Gue agak deg-degan, "Duh ini keluarnya kemana? Trus kalo mau transit kemana?" Gue ikutin aja orang yang tadi sebelah gue, dalem hati "Mbak temenin saya dong sampe dapet pesawat selanjutnya." Sapa elu? Sampai pada saatnya gue dan mbak itu harus berpisah dipersimpangan yang ada  tulisan ‘Keluar ke kiri dan Transit ke kanan’. Oke sampai jumpa mbaknya!

Pas juga deket situ ada security yang lagi ditanya sama dua orang bule. Gue ikutan aja nanya, kalo mau transit ke Yangon kemana sambil nunjukin kartu boarding pass. Lagi jalan menuju gate N, ada orang India yang nanya mau kemana lalala. Agak ngeri sih dan gue jadi jaga jarak karna inget kata nyokap, "Hati-hati sama orang yang gak dikenal."

Karena tas yang gue panggul cukup berat, gue istirahat dulu, kebetulan ada tempat duduk. Sambil nuker sim card, tiba-tiba ada bapak-bapak paruh baya yang nyapa;

        "Dari Indonesia ya? Mau kemana mbak?"
        "Ke Yangon pak, Bapak ke Yagon juga?"
        "Oh, Yangon, Burma ya? Engga saya ke Osaka. Okedeh saya duluan ya mbak."

Pffft... udah seneng aja kirain dia mau ke Yangon juga, kalo iya kan bisa bareng (ngarep)


Ternyata transit pesawat ga semudah transit busway (yaiyalah) padahal busway aja udah ribet kan? Dari pintu keluar sampe tempat boarding itu jalannya berliku dan pake naik eskalator segala. Belum lagi harus ngelewatin body and bag check yang super ketat. Gak heran sih ini bandaranya emang keren banget! (loh jadi kesitu).

Sambil nunggu boarding gue liat-liat ke beberapa toko yang ada, duduk-duduk, ngutak-ngatik sim card  buat ngabarin yang di Jakarta, tapi gagal. Dan akhirnya gue makan bekal taro yang gue bawa, pas udah abis; seret coy, minuman yang gue bawa disita pas di Soetta. Yaudah nikmatin aja.

Di pesawat menuju Yangon, sebelah gue bapak-bapak (nyaris kakek) orang Jepang apa China gitu. Gue berinteraksi sama dia buat minjem pulpen, dan orangnya baik hehe Ga sampe sejam pesawat udah mendarat dengan selamat di Yangon International Airport, Myanmar.

Welcome to The Golden Land Myanmar!

Kalimat yang tertulis di billboard yang ada didepan bandara. Gue dijemput sama perwakilan dari kedubes sana. Berasa tamu kehormatan hehe :p Diperjalanan menuju rumah, gue clingak-clinguk merhatiin jalanan. Kebiasaan yang selalu gue lakukan saat berada di tempat/jalan yang tidak gue kenal. Waktu itu kan hari Senin sekitar jam 7 malem disana, jam-jamnya orng pulang kerja lah, bisa diliat dari bus-bus yang dipenuhi penumpang. Dan hampir semua busnya adaalah semacam bus Jepang yang juga ada di Indonesia, jadi inget 43 :p

Disana itu, jalan buat kendaraan ada di kanan, kaya kebanyakan negara-negara di Eropa. Suasananya kaya Indonesia jaman 80an. Kalo kendaraannya sendiri, hampir semua kendaraan disana bisa dibilang (maaf) bobrok, bisa diitung pake jari mobil-mobil yang bagus-mulus. Dan disana kendarannya ga terlalu banyak, pantes lah kalo ga macet, ga kaya di Jak... *ilang sinyal*

Trus kalo dari orang-orangnya, mereka suka pake bedak dingin di pipi yang namanya tannaka. Cewe cowo sama pake itu juga. Mereka juga suka nyirih, terutama bapak-bapaknya. Kalo cara berpakaian, cowo-cowo disana dari anak kecil sampe bapak-bapak sukanya pake sarung. Bahkan ke kantor ataupun ke sekolah, seragam mereka adalah kemeja, bawahannya sarung dan pake sendal. Kalo ceweknya, pake kain yang dibuat rok panjang gitu, namanya lonji. Satu lagi yang khas, kalo mereka berpergian sering bawa bekel pake rantang kecil. Unik-unik lah kebiasaan orang sana :)

Sampai lah di rumah yang ditempati bokap-nyokap selama dinas disana, semacam komplek kecil yang isinya perumahan orang-orang Indonesia, Indonesian Diplomatic Compound. Disambut nyokap yang lagsung meluk dan nyium begitu gue sampai. Waktunya beberes dan istirahat menghilangkan lelah serta jetlag yang gue rasakan.

Pencapaian hari ini; gue berhasil keluar batas teritorial, melewati beberapa negara dan melintas lautan yang berjarak sekitar 2.807 km daru Jakarta, tempat gue dilahirkan: SENDIRIAN :)



(to be continue...)